Menristek Sebut Indonesia Mampu Produksi Vaksin Covid, Begini Penjelasannya

“Ini perkembangan yang baik, berita yang menggembirakan dari dunia ilmu pengetahuan terutama kemajuan teknologi kesehatan,” kata dr. Reisa. Airlangga juga mengatakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, Indonesia-Rusia juga telah menjalin kerja sama untuk vaksinasi. Di sektor sosial, Airlangga menegaskan, Tembak Ikan Terpercaya Rusia menjadi negara yang sangat responsif ketika Indonesia mengalami berbagai bencana alam. Airlangga mengaku Rusia bersedia mengirimkan peralatan canggih untuk membantu proses evakuasi. Dalam pidato sambutannya, Airlangga mengakui hubungan Indonesia dengan Rusia sudah terjalin selama tujuh dekade.

Indonesia sedang memproduksi vaksin

Tim bakal fokus memeriksa 540 sampel darah relawan guna mengetahui imunogesitas, keamanan, serta efficacy atau keampuhan vaksin tersebut. Khusus untuk vaksin dilakukan sertifikasi lot release oleh Badan POM untuk menjaga keamanan dan mutu vaksin. Vaksin ditargetkan diproduksi pada kuartal ketiga 2021 untuk kebutuhan 270 juta penduduk. India, pembuat vaksin terbesar di dunia, menghentikan sementara ekspor vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Serum Institute of India , karena para pejabat fokus untuk memenuhi permintaan domestik yang meningkat.

Pada tahap ini, vaksin sudah bisa mendapatkan izin edar dari BPOM untuk diberikan kepada manusia. Tidak berbeda jauh dengan obat atau vaksin baru pada umumnya, pembuatan vaksin COVID-19 pun harus melalui berbagai penelitian dan tahap uji klinis yang membutuhkan waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan efek vaksin COVID-19 dengan placebo.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan produksi vaksin COVID-19 buatan lokal sedang digarap. Pembuatan vaksin COVID-19 telah dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia melalui Lembaga Eijkman. Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan 4 produsen vaksin, yaitu AstraZeneca dari Inggris, serta Sinovac, Sinopharm, dan CanSino dari China.

Sejauh ini, Rusia telah menginokulasi 200 ribu lebih orang dengan suntikan Sputnik-V, yang menurut pengembangnya ninety one,4 persen terbukti manjur. Negara tersebut juga telah menandatangani kesepakatan produksi vaksin, termasuk dengan India. Pfizer berharap menghasilkan 50 juta dosis untuk tahun 2020, setengah dari target aslinya. Pakar vaksin mengatakan beberapa suntikan akan diperlukan untuk memberikan dosis yang cukup untuk menyuntikkan seluruh orang di dunia, baik yang kaya maupun yang miskin.

Guna segera merealisasikan rencana produksi massal vaksin merah putih tersebut, saat ini PT Bio Farma sedang memproduksi bahan baku vaksin yang diimpor dari sejumalh negara. Dalam penelitian pengembangan vaksin ini, setidaknya ada tiga pendekatan yang dilakukan. Pertama, melemahkan atau mematikan virus seperti yang dilakukan oleh Bio Farma bersama produsen vaksin dari Tiongkok.