Mengenal 5m Untuk Pencegahan Covid

Dicky khawatir penanganan Covid-19 bakal jauh dari optimum jika 5M urung dilakukan. “Kalau nggak dilakukan maka nggak akan bantu pelaksanaan strategi utamanya yaitu testing, tracing, isolasi, karantina,” ucap Dicky. Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengusulkan penerapan 5M. Slogan 3M yang selama ini didengungkan pemerintah dianggap Dicky tak lagi relevan. Aksi 3T ini hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut.

Kondisi di atas tak lain disebabkan oleh media penularan virus yang cukup sulit dikontrol. Pasalnya, infeksi Coronavirus ini menyebar melalui human-to-human transmission (transmisi manusia-ke-manusia), yakni lewat droplet (percikan-percikan air liur) pasien positif Corona. “Kita akan sampaikan terkait lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara akibat mobilitas dan kegiatan masyarakat. Sedangkan di wilayah Kecamatan Cepu, petugas gabungan untuk kali kesekian melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sarana fasilitas publik maupun permukiman warga. Dalam menghadapi Pandemi COVID-19 agar angka kejadiannya semakin berkurang, pemerintah bersama tim kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan koordinasi dan kerja sama dari semua pihak, terutama masyarakat.

Tetap terapkan 5M selama covid

Lalu, jika dirasa kondisi kesehatan makin memburuk, pasien diminta untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Sedangkan, pasien dengan komplikasi serius, seperti gagal napas akut, pneumonia, edema paru, dan lainnya, wajib dirawat di rumah sakit. “Kalau masyarakat Kabupaten Blitar mau menerapkan semua itu maka kita akan dapat berhasil melewati pandemi ini. Kunci untuk memutus pandemi ini adalah disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya. Oleh karena itu, dalam setiap acara Kopdar dan Touring VACt Chapter Bandung yang digelar, Papay menekankan untuk menjaga kesehatan diantara anggota dan keluarganya. Ia mengatakan, lojakan kasus corona di dua wilayah tersebut sebagai imbas ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan pola hidup yang sehat dan mengabaikan larangan mudik yang digaungkan pemerintah.

Meski jumlah penduduk terinfeksi di tiap negara sebenarnya bervariasi, penyebaran Coronavirus di masing-masing negara dunia dapat dikatakan dalam tren yang sama, yaitu meningkat. Sedangkan untuk permintaan Hemodialisa Travelling, lanjut Ima “Unit HD RSAH telah membuka layanan Hemodialisa dalam tiga Shift pelayanan mulai Senin sampai dengan Sabtu juga saat operasi ketupat berlangsung, petugas juga siap on name bila ada kasus kegawatan. “Mulai dari Majelis Ulama Indonesia , tokoh agama dan masyarakat, alim ulama, ormas Islam, pengelola media, insan pers, para dermawan, TNI/Polri, hingga para tenaga medis yang terus berjuang menyelamatkan pasien COVID-19,” kata dia. “Jika sebelumnya larangan mudik berlaku dari 6-17 Mei 2021, pemerintah menambah jadi H-14 dan H+7.

Masyarakat memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang, interaksi antar manusia dan berkumpulnya banyak orang. Peran masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 dari risiko tertular dan menularkan harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Adanya ancaman reinfeksi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M.

Tapi, kalau untuk anak di bawah 2 tahun, tidak disarankan pakai masker; tapi bisa digunakan penutup stroller atau face shield. Tetap harus jaga jarak, serta di bawah pengawasan orang tuanya,” kata dr. Devia Irine Putri mengutip klikdokter.com. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa. Selain itu peringatan Nuzulul Quran di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 5O persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Google Classroom, mungkin cukup asing di telinga Anda, tetapi sangat mudah digunakannya. Untuk diketahui, kunjungan pimpinan tertinggi TNI dan Polri tersebut dalam rangka safari pemantauan penanggulangan pandemi COVID-19 di wilayah Provinsi Jawa Tengah. “Bahkan yang tak kalah penting ruang isolasi harus disiapkan untuk antisipasi lonjakan COVID-19.” ucap Kapolri. Lebih lanjut Panglima berpesan agar seluruh lintas sektoral di Kabupaten Blora kompak dan bahu membahu dalam kegiatan penanganan COVID-19. Sementara pasukan apel terdiri dari petugas gabungan Polres Blora, Kodim 0721 Blora, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta Perwakilan Petugas PPKM Skala Mikro Kabupaten Blora.

Kami harap teman-teman dapat menjaga kesehatannya, dengan olah raga teratur, istirahat cukup, minum vitamin, menjaga kondisi badan, dan tetap menggelorakan semangat 5M yang penting,” ujar dr. Parlin. Adapun 5M tersebut yakni ditambah Menghindari kerumunan dan Membatasi mobilitas. Protokol Daftar Slot Terpercaya kesehatan ini wajib, baik sesudah ataupun sebelum divaksin,” jelas dia. Mengutip catatan Kontan.co.id dari Kompas.com sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Nadia Tarmizi mengungkapkan, vaksin Covid-19 memang tidak melindungi diri dari penularan.

Gerakan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Prokes 5M itu yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. “Jangan takut divaksin Covid-19, dan senantiasa terapkan 5M yaitu; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” jelasnya. Yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi hingga menjauhi kerumunan. “Tidak bosan-bosannya kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan 5 M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan dan mengurangi mobilitas,” kata Yosi. Sembari menunggu giliran menerima vaksin, kita semua memang wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah biasa dilakukan di masa pandemi ini.

Dan rujukan di rumah sakit yang sudah MoU sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, dengan gejala orang sakit terkonfirmasi dengan gejala sedang sampai dengan berat dan atau komorbid,” terang Wahdi. Ingat, semakin banyak dan sering kita bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona bisa semakin tinggi. Kita mesti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. Jika tak ada air dan sabun, kita bisa menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel.