Indonesia Sedang Memproduksi Vaksin

Moeldoko menjelaskan, dengan adanya pabrik ini juga sekaligus memperkuat dan saling mendukung percepatan penanganan pandemi dengan memproduksi berbagai macam vaksin seperti vaksin covid,vaksin TBC, Vaksin Meningitis dan vaksin lainnya. KSP yang memiliki fungsi sebagai supply unit untuk pengendalian program strategis nasional melihat percepatan produksi vaksin ini adalah suatu keharusan prioritas nasional. KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemerintah akan melibatkan produsen farmasi swasta untuk memproduksi vaksin virus corona (Covid-19). Pada tahap uji klinis fase I, vaksin disuntikkan ke beberapa sukarelawan yang umumnya adalah orang dewasa dengan kondisi sehat. Hal ini dilakukan untuk menguji keamanan vaksin COVID-19 dalam tubuh manusia. Jika dinyatakan aman dan efektif, vaksin tersebut dapat memasuki uji klinis fase II.

Indonesia sedang memproduksi vaksin

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan untuk vaksinasi untuk masyarakat umum 18 tahun ke atas baru akan dilakukan di DKI Jakarta. ” Cukup membawa KTP atau surat domisili dari RT atau RW setempat. Kemudian tinggal datang aja ke tempat layanan vaksinasi,” katanya dikutip dari merdeka.com, Kamis 10 Juni 2021. Dream -Pemprov DKI Jakarta telah membuka penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat ibukota yang berusia minimal 18 tahun ke atas. Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan vaksinasi hanya dapat diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di Ibu Kota. ” Namun, seperti yang sudah kita bahas, keterbatasan vaksin menjadi tantangan di seluruh negara termasuk Indonesia,” kata dia.

Namun hingga kini belum ada vaksin yang disetujui untuk penggunaan secara luas dalam mengobati pasien Covid-19. “Justru agar dapat diedarkan secara aman, harus diuji dulu keamanannya melalui suatu uji klinis ,” ujar Irvan ketika dihubungi, Senin (20/7). Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan sekitar 60 persen orang perlu mendapatkan vaksinasi. Negara-negara berkembang yang berharap mengakses vaksin melalui skema international yang didukung WHO mungkin harus menunggu, karena negara-negara yang lebih kaya telah memesan lebih awal. Perusahaan Bio-farmasi Moderna dari AS menyusul umumkan sukses dengan vaksin yang diberi nama mRNA-1273 dengan efektifitas ninety four,5%. Sama dengan BioNTech, vaksin dikembangkan dengan teknologi teranyar berbasis mRNA virus.

Dosis vaksin dialokasikan kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam COVAX Facility; alokasi dilakukan secara proporsional terhadap complete populasi negara. AS juga menyatakan pada awal bulan lalu kalau pihaknya mendukung seruan dari negara-negara berkembang untuk menghapus hak kekayaan intelektual terhadap vaksin COVID-19. Di sisi lain, para pemimpin Eropa khawatir langkah ini dapat menghambat upaya untuk mengadaptasi vaksin ke mutasi virus corona.

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi COVID-19. Untuk memastikan efektivitas dan keamanannya, vaksin COVID-19 harus dibuat dengan hati-hati serta lulus uji klinis. Arcturus Therapeutics, perusahaan farmasi Amerika Serikat yang bekerja dengan para ilmuwan dari Sekolah Kedokteran Duke-NUS untuk vaksin, mengumumkan hasil awal positif dari uji klinis tahap awal yang sedang berlangsung di Singapura pada awal November lalu. Menurut laporan Reuters, ada enam perusahaan India yang telah menandatangani kesepakatan untuk memproduksi sekitar 1 miliar dosis vaksin setiap tahun. Sistem kekebalan tubuh anak berbeda dari orang dewasa dan dapat sangat beragam bergantung pada usianya. Saat ini, vaksin COVID-19 yang disetujui WHO tidak disarankan untuk diberikan kepada anak yang berusia di bawah tahun , meskipun anak itu termasuk kelompok berisiko tinggi.

Untuk keamanan yang baru dan perbedaan ketersediaan dari single dus menjadi multiple, akan ada uji stabilitas minimal tiga bulan. Jakarta, CNBC Indonesia – Bio Farma saat ini sedang memproduksi vaksin Sinovac yang datang dalam bentuk bulk. Dengan dukungan dari Cina, pandemi ini dapat menjadi Judi Online berkah bagi industri vaksin Indonesia untuk memasuki pasar Asia Tenggara. Harga vaksin Sinovac dibanderol US$ 60 untuk dosis ganda vaksin atau dua kali suntik. Oleh karena itu, Indonesia perlu mengeluarkan devisa impor setidaknya US$8,2 miliar untuk memvaksinasi 50% dari 273,5 juta penduduknya.

Hal ini dikarenakan tren kasusnya yang serupa dengan Indonesia, masih terjadi peningkatan dengan angka yang tinggi. Honesti menambahkan, Sinovac dipilih sebagai mitra karena mempunyai platform vaksin ataupun metode pembuatan vaksin yang sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh perseroannya saat ini. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah berpengalaman dalam pembuatan vaksin lain, contohnya vaksin Pertusis atau batuk rejan. “Tentu saja kami sudah memperhitungkan aktivitas produksi kami yang rutin, setelah dilakukan perhitungan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan mengganggu kegiatan produksi rutin di Bio Farma”, ungkap Honesti. Honesti menambahkan, bahwa penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan memengaruhi kegiatan produksi rutin yang ada di Bio Farma. Dengan demikian vaksin yang ditemukan akan relevan dengan kebutuhan dalam negeri.

Perusahaan Bio-farmasi BioNTech dari Jerman yang digandeng Pfizer dari AS menjadi yang pertama umumkan sukses memproduksi vaksin anti-Covid-19 yang diberi nama BNT162b2 dengan efektifitas 95%. Satu-satunya kendala, vaksin harus didinginkan hingga minus 70°C sebelum dipakai. Meski begitu, Kepala Eksekutif perusahaan farmasi Jerman BioNTech, Ugur Sahin, memperkirakan masyarakat akan berurusan dengan wabah COVID-19 sporadis untuk dekade berikutnya.

Selain itu Kementerian BUMN juga melakukan terobosan baru di mana Bio Farma melakukan kerja sama pengembangan vaksin COVID-19 dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. Salah satunya kerja sama menjadikan Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin. Anggota masyarakat yang melihat informasi salah atau bisa menimbulkan pemahaman keliru di dunia maya bisa membantu menghentikan peredarannya dengan membuat laporan ke platform media sosial. Sejauh ini, Dicky menjelaskan bahwa di dunia sudah ada delapan jenis vaksin dari berbagai insitusi yang sedang diujikan. Penelitian vaksin tersebut bisa dilakukan dengan cepat karena rata-rata insitusi tersebut sudah memiliki template riset tentang vaksin Covid-19 dari riset vaksin yang dibuat sebelumnya.